Gendam

Posted: 26 Juli 2011 in Alam Bawah Sadar

Gendam adalah sebuah kemampuan untuk menguasai pikiran seseorang untuk diperdaya, dieksploitasi hartanya dengan menggunakan kekuatan gaib atau dengan teknik tertentu. Berbeda dengan hipnosis yang didukung oleh para tokoh dari kedokteran, spikiater dan psikolog, Pelaku gendam sebagian besar adalah dukun dan penjahat. Tidak semua gendam adalah ilmu gaib, seperti yang saya kira (mungkin juga anggapan Anda) sebelumnya.

Khusus untuk memahami masalah gendam ini, jujur saja, dengan dalih ingin belajar, saya menemui beberapa ahli metafisika dan pelaku gendam yang sudah tobat. Bukan untuk saya manfaatkan, tapi hanya ingin tahu kebenarannya. Kesimpulan saya, ada 3 jenis gendam yang berlaku di masyarakat kita.

Gendam Ilmu Gaib

Terlepas Anda percaya adanya kekuatan gaib atau tidak, fenomena ini memang ada di masyarakat kita. Dalam menguasai pikiran “korban”, gendam jenis ini menggunakan kekuatan gaib atau jasa makhluk gaib (jin). Kemampuan ini tentu tidak banyak yang menguasai karena syaratnya (puasa, pantangan, mantra dsb.) sulit dilakukan. Tata cara memiliki Gendam jenis ini biasanya dianggap menyimpang dari ajaran agama. Anda tidak perlu takut dengan jenis gendam ini. Menurut pengakuan “pelakunya”, hanya orang yang sedang lemah secara emosional atau spiritual saja yang bisa dipengaruhi. Jika Anda selalu berpikir positif, emosi stabil, tidak marah atau sedih, serta rajin berdoa, maka tentu gendam ini bukan ancaman bagi Anda.

Gendam Ramuan

Ada formula ramuan rahasia yang bila terhirup akan menyebabkan pikiran kacau, tidak bisa fokus (konsentrasi) dan kehilangan kontrol pikiran sadar. Ramuan ini dikemas dalam bentuk rokok yang kemudian asapnya ditiupkan kepada calon korban. Tentunya si pelaku sudah meminum obat penawar sebelumnya agar tidak terpengaruh ramuan ini. Setelah 2 sampai 5 menit, korban akan mulai pusing dan kehilangan kontrol. Keadaan “tak sadar” ini berlangsung sekitar 10-15 menit tergantung daya tahan tubuh dan banyaknya asap ramuan yang terhirup oleh korban. Nah, dalam waktu 10-15 menit inilah kesemapatan pelaku kejahatan untuk mempreteli segala yang berharga di tubuh korban.

Gendam Teknik Komunikasi

Gendam jenis ini bisa Anda praktikkan dengan mudah selama Anda percaya diri dan pandai bicara. Sayaratnya korban haruslah orang yang tidak mengenal Anda. Anda tentu pernah menyaksiskan teman Anda yang duduk domlong, matanya mlongo karena berusaha memahami penjelasan dosen yang rumit. Nah itulah inti dari teknik ini, sibukanlah pikiran korban dan jangan beri dia kesempatan untuk banyak bicara niscaya Anda dapat memperdayanya dalam beberapa saat. Beginilah caranya:

*

Pilih korban yang kira-kira mudah panik.
*

Sapalah korban dengan mantap menatap matanya, seolah-olah Anda adalah teman lama yang sudah lama tidak bertemu. Buatlah sapaan yang fantastis.
*

Saat korban sibuk mengingat siapa Anda, serang dia dengan pertanyaan.
*

Tanyakan sesuatu yang jawabannya memerlukan proses berpikir. Banjiri pikirannya dengan pertanyaan yang sulit dipahami atau sulit dijawab. Tumpuk dan tumpuk pertanyaan itu, sehingga belum selesai ia memikirkan satu jawaban, si korban sudah mendapat masukan berupa pertanyaan atau informasi lain yang sulit dimengerti.
*

Jangan biarkan korban memalingkan mata dari tatapan Anda. Ikuti gerak bola matanya agar selalu nyambung dengan mata Anda.
*

Bila tatapan matanya sudah kosong, maka Anda bisa meminta segala yang berharga dari korban
*

Setelah, berhasil segeralah lari atau bersembunyi, karena korban akan sadar dalam 30 detik setelah Anda tinggalkan.

Memang sengaja saya menjelaskan Gendam Komunikasi ini layakanya sebuah panduan yang patut Anda coba. Saya tidak berniat mengajari agar Anda bisa ambil bagian dalam meramaikan dunia kriminal di Indonesia. Namun jika hal itu terjadi, jangan lupa bagi hasil sama saya, tapi jangan libatkan saya bila Anda tertangkap polisi. Setuju? He..he..

Harapan saya, dengan memahami proses Gendam Komunikasi ini, Anda bisa lebih waspada terhadap orang yang sok kenal sok dekat di depan Anda. Gendam Teknik Komunikasi ini memang mirip dengan teknik induksi dalam hipnosis, tetapi ada perbedaan sangat besar.

Posted with WordPress for BlackBerry.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s