Dasar-dasar pertunjukan mentalis2

Posted: 23 Juli 2011 in Magic Art
Tag:

(SERI RAHASIA MENTALIST)

Saya pernah membahas tentang DASAR-DASAR PERTUNJUKAN MENTALIST 1 dari sisi eksternal (materi dan isi pertunjukannya)​ yang ada pada mentalis, kali ini saya akan membahas hal yang sama namun dari sisi internal (aspek dasar dalam diri) seorang mentalis secara individual dalam mempertunjukan aksi (performing) nya.

Seorang mentalist dalam mempresentasika​n keahliannya baik di atas panggung (Stage atau Parlor) atau dengan jarak dekat (Close Up) haruslah memperhatikan unsur utama yang ada di dalam dirinya, yaitu dialog (suara atau vokal) dan gerak (tubuh) nya. Lantas apa kreteria dialog dan gerak yang baik untuk seorang mentalis dalam mempertunjukan aksinya ?

Dialog (suara atau vokal) yang baik ialah dialog yang :
1.terdengar (volume baik)
2.jelas (artikulasi baik)
3.dimengerti (lafal benar)
4.menghayati (sesuai dengan tuntutan atau jiwa permainan yang dibawakannya)

Penjelasan :
1.Volume suara yang baik ialah suara yang dapat terdengar sampai jauh
2.Artikulasi yang baik ialah pengucapan yang jelas. Setiap suku kata terucap dengan jelas dan terang meskipun diucapkan dengan cepat sekali. Jangan terjadi kata-kata yang diucapkan menjadi tumpang tindih.
3.Lafal yang benar pengucapan kata yang sesuai dengan hukum pengucapan bahasa yang dipakai . Misalnya berani yang berarti “tidak takut” harus diucapkan berani bukan ber ani.
4.Menghayati atau menjiwai berarti tekanan atau lagu ucapan harus dapat menimbulkan kesan yang sesuai dengan tuntutan permainan yang dibawakannya.

Vokal merupakan tenaga dalam olah suara. Vokal adalah suara yang menyembunyikan kata yang keluar dari mulut. Vokal inilah yang menjadi kunci dalam pertunjukan mentalist. Dengan vokal yang baik akan bisa memberikan kontribusi yang besar bagi pertunjukkan atau pementasan mentalism. Jika vokal tidak bagus atau jelek, maka kalimat menjadi mubazir dan tidak berguna dalam pertunjukan mentalism.

Ukuran bagus dan tidaknya suatu vokal terletak pada kuat atau tidaknya suara yang diproduksi lewat mulut. Yang perlu diperhatikan dalam berlatih olah suara adalah tenaga suara dari perut yang didorong ke atas melalui ruang resonansi diimbangi dengan pengaturan nafas yang tepat. Adapun bentuk olah suara dapat dilakukan dengan latihan dasar menyanyi dan deklamasi.

Gerak (tubuh) yang baik ialah gerak yang :
1.terlihat (blocking baik)
2.jelas (tidak ragu ragu, meyakinkan)
3.dimengerti (sesuai dengan hukum gerak dalam kehidupan)
4.menghayati (sesuai dengan tuntutan atau jiwa permainan yang dibawakannya)

Penjelasan :
1.Jelas, tidak ragu-ragu, meyakinkan, mempunyai pengertian bahwa gerak yang dilakukan jangan setengah-seteng​ah bahkan jangan sampai berlebihan. Kalau ragu-ragu terkesan kaku sedangkan kalau berlebihan terkesan over acting
2.Dimengerti, berarti apa yang kita wujudkan dalam bentuk gerak tidak menyimpang dari hukum gerak dalam kehidupan. Misalnya bila mengangkat barang yang berat dengan tangan kanan, maka tubuh kita akan miring ke kiri, dan sebagainya.
3.Blocking ialah penempatan diri mentalis di panggung atau terhadap audiance nya. diusahakan sorang mentalis tidak tertutupi oleh apa pun yang tidak berhubungan dengan permainannya (misalnya setting, kursi atau yang lainnya) sehingga audiance tidak dapat melihat mentalis secara baik.
4.Menghayati berarti gerak gerak anggota tubuh maupun gerak wajah harus sesuai permainan yang dibawakannya.

Mentalis lebih baik terlihat sebagian besar bagian depan tubuh daripada terlihat sebagian besar belakang tubuh. Hal ini dapat diatur dengan patokan sebagai berikut :
1.Kalau berdiri menghadap ke kanan, maka kaki kanan sebaiknya berada didepan.
2.Kalau berdiri menghadap ke kiri, maka kaki kiri sebaiknya berada didepan.

Harus diatur pula balance antara mentalis dengan audiance di panggung atau saat aksi jarak dekat. Jangan sampai audiance mengelompok di satu tempat. Dalam hal mengatur balance, adapun uraian dasar komposisinya sebagi berikut, ingatlah bahwa kesan :
1.Bagian kanan lebih berat daripada kiri
2.Bagian depan lebih berat daripada belakang
3.Yang lebar lebih berat daripada yang sempit
4.Yang terang lebih berat daripada yang gelap
5.Menghadap lebih berat daripada yang membelakangi

Komposisi diatur tidak hanya bertujuan untuk enak dilihat tetapi juga untuk memberi kesan mendalam kepada mentalis sebagai sumber pertunjukan sesuai permainan yang dibawakannya.

Dua kemampuan dasar secara internal bagi seorang mentalis ini dapat dilatih melalui pelatihan olah vokal dan olah tubuh secara rutin di luar latihan nomor pertunjukan yang akan dibawakannya.

Posted with WordPress for BlackBerry.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s